⚽ Tottenham Hotspur Resmi Putuskan Kerja Sama dengan Thomas Frank


Pada 11 Februari 2026, klub Liga Inggris Tottenham Hotspur mengumumkan bahwa mereka telah memecat Thomas Frank dari posisi head coach setelah hanya menjalani tugas kurang dari delapan bulan. Keputusan ini diambil setelah klub mengalami performa buruk di Premier League musim ini.

Tottenham kini sedang mencari figur baru untuk menambal posisi tersebut, di tengah ancaman nyata degradasi dan hasil buruk di kompetisi domestik.


📉 Rentetan Hasil Buruk dan Tekanan Fan

Keputusan memberhentikan Frank datang setelah Spurs kalah 2–1 dari Newcastle United di laga kandang, memperpanjang catatan tanpa kemenangan di liga menjadi delapan pertandingan. Posisi mereka kini berada di peringkat ke-16 klasemen Premier League, hanya lima poin di atas zona degradasi.

Fans Spurs bukan hanya tidak puas dengan hasil pertandingan, tetapi juga menyuarakan ketidakpuasan secara vokal di stadion, termasuk menyuarakan tuntutan agar manajemen mengambil tindakan tegas terhadap pelatih.

Menurut beberapa laporan, ada desakan dari internal skuad bahwa Frank terlalu sering menyinggung satu topik tertentu — yang membuat suasana dalam tim dianggap memburuk — sehingga sejumlah pemain disebut sudah “bosan” dengan hal itu di sesi latihan.


🧠 Catatan Perjalanan Frank di Spurs

Thomas Frank bergabung dengan Spurs pada Juni 2025, menggantikan Ange Postecoglou yang sebelumnya dipecat meskipun membawa klub juara Europa League.

Namun, selama berada di Tottenham, sosok asal Denmark ini kesulitan menstabilkan performa klub di Premier League. Dalam 38 pertandingan yang ditangani, Frank hanya berhasil meraih 13 kemenangan, angka yang cukup rendah dan jadi catatan buruk dalam sejarah klub.

Yang jadi sorotan lain adalah tren negatif di kompetisi domestik — salah satu alasan kuat kenapa manajemen akhirnya memilih untuk mengganti kepelatihan.


🔄 Siapa Pengganti?

Dengan posisi Frank yang telah resmi kosong, Tottenham saat ini tengah menjajaki beberapa kandidat pengganti. Nama–nama seperti Roberto De Zerbi, mantan pelatih Marseille, disebut-sebut sebagai salah satu favorit untuk mengambil alih kursi kepelatihan di masa mendatang.

Klub punya beberapa laga penting di depan, termasuk North London Derby melawan Arsenal, dan keputusan cepat dibutuhkan agar tim bisa bangkit dari tekanan degradasi.


BET DISINI!!!

🏁 Kesimpulan

Pemecatan Thomas Frank mencerminkan betapa tajamnya ekspektasi bagi pelatih di klub besar seperti Tottenham Hotspur. Ketika performa tim melemah dan hasil tidak kunjung membaik, fans dan manajemen bisa kehilangan kesabaran — dan itu yang terjadi kali ini.

Posting Komentar

0 Komentar