Inter Milan kembali menunjukkan karakter kuat pada awal musim Serie A 2026/2027. Bermain di Giuseppe Meazza, Nerazzurri berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal dua gol dari Udinese dan akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 5-3.
Hasil tersebut membuat Inter menyapu bersih empat pertandingan pertama Serie A dengan raihan 12 poin. Meski demikian, Cristian Chivu tidak ingin timnya terlalu cepat merasa puas. Pelatih asal Rumania tersebut melihat masih ada sejumlah pekerjaan yang harus diperbaiki meski hasil pertandingan berakhir positif.
Udinese Sempat Membuat Inter Tertekan
Pertandingan berjalan di luar perkiraan Inter pada awal laga. Udinese mampu memanfaatkan celah pertahanan tuan rumah dan mencetak dua gol melalui James Abankwah serta Jurgen Ekkelenkamp.
Dalam waktu relatif singkat, Inter harus menghadapi situasi tertinggal 0-2. Kondisi tersebut membuat tuan rumah dipaksa meningkatkan tempo permainan jika ingin mempertahankan catatan sempurna mereka di Serie A.
Namun, Inter tidak kehilangan kendali sepenuhnya. Perlahan permainan mulai berubah dan tekanan yang diberikan Nerazzurri akhirnya menghasilkan gol balasan.
Lima Gol Membawa Inter Membalikkan Keadaan
Carlos Augusto menjadi pemain yang membuka jalan bagi kebangkitan Inter. Setelah itu, Nicolo Barella ikut mencatatkan namanya di papan skor sehingga kedudukan berubah menjadi 2-2 sebelum pertandingan memasuki babak kedua.
Inter kemudian semakin agresif. Marcus Thuram membawa tim tuan rumah berbalik unggul, sebelum Francesco Pio Esposito memperbesar keunggulan. Ange-Yoan Bonny kemudian mencetak gol kelima Inter.
Udinese hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Idrissa Gueye pada penghujung pertandingan. Skor 5-3 akhirnya bertahan hingga laga selesai.
Empat Pertandingan, Empat Kemenangan
Kemenangan atas Udinese membuat perjalanan Inter di Serie A musim ini masih sempurna. Dari empat pertandingan, tim asuhan Chivu mengoleksi empat kemenangan dan 12 poin.
Inter juga berada di papan atas bersama AS Roma yang memiliki jumlah poin sama. Roma mempertahankan posisi teratas setelah meraih kemenangan 2-0 atas Torino, sehingga persaingan di papan atas Serie A mulai terlihat sejak awal musim.
Catatan tersebut tentu menjadi modal penting bagi Inter. Namun, perjalanan musim masih panjang sehingga konsistensi akan menjadi tantangan utama bagi Chivu dan para pemainnya.
Chivu Tidak Mau Terlena dengan Rekor Sempurna
Bagi Chivu, kemenangan bukan berarti Inter sudah tampil tanpa kekurangan. Comeback melawan Udinese justru menunjukkan bahwa timnya masih memiliki sejumlah aspek yang perlu dibenahi.
Tertinggal dua gol di kandang sendiri menjadi alarm bahwa Inter harus lebih fokus sejak menit pertama. Lini pertahanan juga perlu tampil lebih solid agar tim tidak terus dipaksa mengejar ketertinggalan.
Sikap Chivu tersebut menunjukkan bahwa rekor sempurna bukan alasan untuk mengabaikan kelemahan. Inter memang berhasil mengamankan tiga poin, tetapi kualitas permainan tetap harus berkembang jika ingin bersaing dalam perebutan gelar sepanjang musim.
Mentalitas Comeback Jadi Sinyal Positif
Di sisi lain, kemampuan Inter membalikkan skor memberikan sinyal positif. Ketika tertinggal 0-2, mereka tidak panik dan justru mampu mencetak lima gol setelahnya.
Karakter seperti itu dapat menjadi modal berharga ketika Inter menghadapi pertandingan sulit berikutnya. Kompetisi Serie A membutuhkan konsistensi, sementara jadwal Inter juga akan semakin padat karena mereka harus menjalani pertandingan domestik dan Liga Champions.
Dengan empat kemenangan beruntun, Inter kini memiliki awal musim yang sangat menjanjikan. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa performa tersebut bukan sekadar momentum awal, melainkan fondasi untuk menjalani musim secara konsisten.
Inter Harus Segera Memperbaiki Sisi yang Masih Rapuh
Kemenangan 5-3 memang memberikan tiga poin penting, tetapi delapan gol dalam satu pertandingan juga menunjukkan bahwa masih terdapat ruang besar untuk evaluasi.
Inter mampu tampil sangat tajam ketika menyerang, tetapi kebobolan tiga gol di kandang sendiri tentu bukan catatan yang ideal bagi tim yang memiliki ambisi besar.
Chivu kini memiliki pekerjaan untuk menjaga keseimbangan tersebut. Jika produktivitas lini depan dapat dipertahankan sekaligus masalah pertahanan diperbaiki, Inter berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama dalam persaingan Serie A musim 2026/2027.
Untuk sementara, Nerazzurri boleh menikmati hasil sempurna dari empat pertandingan. Namun, pesan Chivu cukup jelas: tidak ada tim yang benar-benar sempurna, sehingga setiap kemenangan tetap harus disertai evaluasi.









0 Komentar