Lamine Yamal kembali menunjukkan mengapa namanya terus menjadi pusat perhatian sepak bola Eropa. Penampilan gemilang bersama Barcelona di pertandingan pembuka Liga Champions tidak hanya membantu timnya meraih kemenangan besar, tetapi juga membuat pemain muda asal Spanyol tersebut mencatatkan sebuah pencapaian yang sebelumnya menjadi milik Kylian Mbappé.
Barcelona tampil dominan saat menghadapi Feyenoord di Camp Nou. Pertandingan berakhir dengan kemenangan telak 5-1 untuk Blaugrana, sementara Yamal menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian.
Ia tidak hanya mencetak satu gol, tetapi juga berperan dalam terciptanya gol Barcelona lainnya.
Catatan Baru Yamal di Kompetisi Eropa
Yamal mencatatkan assist untuk Raphinha pada awal pertandingan. Tidak berhenti sampai di sana, pemain berusia 19 tahun tersebut kemudian mencetak gol melalui tendangan bebas yang indah pada penghujung pertandingan.
Tambahan tersebut membuat jumlah keterlibatan Yamal dalam gol Liga Champions mencapai angka 22 selama periode ketika dirinya masih berstatus pemain remaja.
Catatan itu membuatnya melewati torehan Mbappé yang sebelumnya mencatatkan 20 keterlibatan gol di kompetisi yang sama ketika masih berusia di bawah 20 tahun.
Pencapaian tersebut menjadi semakin menarik karena Mbappé sendiri dikenal sebagai salah satu pemain muda paling produktif dalam sejarah Liga Champions.
Terjadi di Tengah Perdebatan Ballon d'Or
Rekor tersebut muncul pada waktu yang cukup menarik.
Beberapa jam sebelum pertandingan Barcelona, Yamal ditanya mengenai peluangnya memenangkan Ballon d'Or. Namun, sang pemain memilih tidak melakukan kampanye pribadi untuk mendapatkan penghargaan tersebut.
Yamal menegaskan bahwa performanya bersama Barcelona dan tim nasional sudah menjadi bagian terpenting dari pekerjaannya. Menurutnya, keputusan mengenai pemenang merupakan ranah para pemilih dan bukan sesuatu yang perlu ia perjuangkan melalui pernyataan publik.
Di sisi lain, Mbappé sebelumnya menyampaikan keyakinannya bahwa musim ini merupakan kesempatan bagus baginya untuk memenangkan penghargaan individual paling bergengsi tersebut.
Perbedaan pendekatan kedua pemain kemudian menjadi bahan pembicaraan setelah Yamal mencatatkan rekor baru.
Barcelona Tampil Meyakinkan
Terlepas dari persaingan individu, perhatian utama Yamal tetap tertuju pada Barcelona.
Tim asuhan Hansi Flick mengawali perjalanan mereka di Liga Champions dengan performa meyakinkan. Raphinha menjadi salah satu pemain paling menonjol setelah mencetak dua gol, sedangkan Adeyemi, Gabriel Jesus, dan Yamal turut masuk daftar pencetak gol.
Hasil 5-1 tersebut memberikan sinyal awal bahwa Barcelona kembali datang ke kompetisi Eropa dengan ambisi besar.
Yamal sendiri sebelumnya telah mengatakan bahwa memenangkan Liga Champions merupakan salah satu target utamanya bersama klub musim ini.
Rekor yang Masih Bisa Bertambah
Yang membuat pencapaian Yamal semakin menarik adalah usianya yang masih sangat muda. Ia telah mengoleksi sejumlah rekor usia di Liga Champions, termasuk menjadi pemain termuda yang mencapai berbagai tonggak penampilan dan kontribusi gol.
Data UEFA juga mencatat Yamal sebagai pemain dengan jumlah gol Liga Champions terbanyak sebelum berusia 19 tahun, yakni 11 gol. Mbappé berada tepat di belakangnya dengan 10 gol pada batas usia tersebut.
Dengan perjalanan karier yang masih panjang, rekor tersebut berpotensi terus berubah.
Bagi Barcelona, keberadaan Yamal merupakan keuntungan besar. Sementara bagi Yamal sendiri, pencapaian melampaui catatan Mbappé menjadi bukti lain bahwa dirinya sudah berada di jalur yang sama dengan para pemain elite dunia.
Kini, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan performa tersebut, tetapi juga membantu Barcelona melangkah sejauh mungkin di Liga Champions.
Jika konsistensinya terus terjaga, bukan tidak mungkin nama Lamine Yamal akan kembali menghiasi daftar rekor kompetisi Eropa dalam waktu yang tidak terlalu lama.








0 Komentar