Legenda sepak bola Belanda Edwin van der Sar baru-baru ini membagikan kisah mendalam terkait salah satu momen paling menantang dalam hidupnya, yakni saat ia mengalami pendarahan otak (brain haemorrhage) beberapa tahun lalu. Dalam sebuah percakapan terbuka bersama teman lamanya, Gary Neville, lewat saluran diskusi publik, Van der Sar menjelaskan pengalaman itu dengan jujur dan penuh refleksi.
Kejadian yang Mengejutkan di Liburan Keluarga
Kejadian itu bermula saat Van der Sar tengah menikmati liburan santai bersama keluarganya di Kroasia. Ia merasa agak pusing ketika berjalan menuju kamar mandi di hotel, kemudian kembali ke kamar dan menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Menurut pengakuannya, ia meminta istrinya untuk menutup tirai sebelum akhirnya duduk di tempat tidur sambil merasakan gejala yang mengkhawatirkan. Segera, istrinya menghubungi layanan medis darurat untuk mendapatkan pertolongan.
Momen ini menjadi titik penting, mengingat beberapa tahun sebelumnya, istrinya sendiri pernah mengalami kondisi serupa dan berhasil pulih sepenuhnya. Hal ini memberi Van der Sar pandangan baru tentang bagaimana kejadian seperti pendarahan otak dapat terjadi secara tiba-tiba meski pada awalnya tampak tidak serius.
Proses Perawatan dan Pemulihan
Van der Sar kemudian dirawat di rumah sakit dalam perawatan intensif selama beberapa minggu. Ia mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang mempercepat proses pemulihannya adalah keputusan yang ia buat hanya beberapa minggu sebelumnya yaitu mundur dari posisi direktur utama di klub besar Belanda. Menurutnya, keputusan tersebut memberinya ruang mental yang dibutuhkan untuk fokus sepenuhnya pada kesehatan, tanpa tekanan pekerjaan, email, atau panggilan telepon.
Selama sekitar tiga minggu, ia menjalani perawatan rehabilitasi, termasuk program fisioterapi dan terapi lain untuk memulihkan kekuatan serta kestabilan fisiknya. Ia menyadari bahwa setelah lebih dari dua dekade berkarier sebagai pemain profesional dan kemudian bertugas sebagai eksekutif di klub sepak bola, tubuh dan fikirannya sangat membutuhkan waktu pemulihan yang cukup untuk kembali ke keseharian yang normal.
Refleksi Pribadi tentang Kesehatan dan Kehidupan
Van der Sar mencatat bahwa kejadian tersebut mengajarkannya banyak hal tentang kehidupan di luar sepak bola. Ia menggambarkan bagaimana kehidupan modern sering kali dipenuhi oleh tekanan dan tanggung jawab, tapi ketika kesehatan menjadi taruhannya, semua hal itu terasa kurang penting dibandingkan waktu bersama keluarga, menikmati hal-hal sederhana seperti berjalan, merawat hewan peliharaan, atau berlibur.
Hal ini semakin terasa karena selama bertahun-tahun ia menjalani rutinitas profesional yang menuntut—mulai dari debut profesional di usia muda hingga menjadi salah satu penjaga gawang terbaik dunia, dan kemudian masuk ke peran kepemimpinan eksekutif di klub sepak bola besar. Momen pendarahan otak ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya memberi ruang untuk istirahat, pemulihan, dan merayakan hidup bersama orang-orang terkasih.
Dampak Jangka Panjang dan Kabar Terkini
Kini, beberapa tahun setelah insiden itu, Van der Sar sudah membaik dan mampu menatap kehidupan dengan lebih tenang. Ia berbicara tentang bagaimana pengalaman tersebut telah memengaruhi perspektifnya dan betapa pentingnya dukungan keluarga, terutama dari sang istri, dalam proses pemulihan yang memakan waktu. Walau tidak selalu mudah, waktu yang ia habiskan untuk rehabilitasi telah membantunya mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik setelah mengalami kondisi kritis tersebut.
BET DISINI!!!
Kesimpulan
-
Edwin van der Sar secara terbuka menceritakan pengalaman pendarahan otak yang ia alami saat liburan bersama keluarga.
-
Ia menjalani perawatan intensif dan rehabilitasi yang memakan waktu, yang diperkuat oleh keputusan mundur dari posisinya sebagai eksekutif sepak bola.
-
Pengalaman tersebut mengubah pandangannya tentang hidup, pekerjaan, dan pentingnya keseimbangan, serta memberi pelajaran berharga tentang kesehatan dan dukungan keluarga.









0 Komentar