In the Zone: Bagaimana Nico O'Reilly Menjadi Katalis Comeback City di Panggung Eropa

 


MADRID – Malam di Santiago Bernabéu sering kali menelan mental para pemain muda, tetapi bagi lulusan akademi Manchester City, Nico O'Reilly, stadion keramat itu justru menjadi panggung pembuktian dirinya.

Berdasarkan analisis UEFA Performance Insights dalam rubrik "In the Zone", gelandang berusia 20 tahun ini dinobatkan sebagai kunci taktikal di balik kemenangan comeback 2-1 Manchester City atas Real Madrid. Meski Erling Haaland menjadi penentu kemenangan lewat penalti, peran O'Reilly dalam mengubah dinamika permainan diakui sebagai faktor pembeda yang vital.

Klik disini: SELENGKAPNYA

Menemukan Ruang di Antara Lini

Laporan teknis UEFA menyoroti kecerdasan O'Reilly dalam menempatkan diri (positioning). Dimasukkan oleh Pep Guardiola saat City tertinggal 0-1 akibat gol Rodrygo, O'Reilly tidak sekadar berlari mengejar bola.

Analisis "In the Zone" menunjukkan bagaimana O'Reilly secara konsisten beroperasi di area half-space kiri—wilayah di antara bek kanan dan bek tengah Real Madrid. Pergerakannya yang cerdas memaksa lini pertahanan Madrid menjadi tidak terorganisir, menciptakan kebingungan siapa yang harus menjaganya.

Momen Kunci: Gol Penyeimbang

Dampak nyata O'Reilly terlihat pada menit ke-35. Berawal dari kelengahan kiper Thibaut Courtois dalam mengantisipasi bola udara, O'Reilly berada di posisi yang tepat (right place, right time) untuk menyambar bola rebound dan mencetak gol penyeimbang.

Namun, UEFA mencatat bahwa gol tersebut bukan sekadar keberuntungan. Itu adalah hasil dari instruksi Guardiola yang meminta O'Reilly untuk lebih agresif masuk ke kotak penalti (box-crashing) saat penyerang sayap City melebar, sebuah peran yang sebelumnya sering dimainkan oleh Ilkay Gündogan.

Klik disini: SELENGKAPNYA

Ketenangan di Bawah Tekanan

Selain kontribusi gol, statistik O'Reilly menunjukkan kematangan yang melampaui usianya. Ia mencatatkan tingkat keberhasilan duel yang tinggi dan jarang kehilangan bola meski ditekan oleh gelandang berpengalaman Madrid. Ketenangannya dalam menguasai bola memungkinkan City untuk mengontrol tempo di babak kedua, meredam upaya Real Madrid untuk bangkit kembali.

Kesimpulan

Kemenangan ini memperkokoh posisi Manchester City di papan atas klasemen grup Liga Champions. Bagi Nico O'Reilly, pujian dari UEFA ini mengonfirmasi statusnya bukan lagi sekadar prospek masa depan, melainkan pemain yang siap menjadi andalan di panggung terbesar sepak bola Eropa.

Posting Komentar

0 Komentar